Kunciberita – Majelis Ta’lim Nurul Iman (MTNI) Kampung Pedurenan melaksanakan kegiatan wisata ziarah religi ke sejumlah situs bersejarah dan makam ulama di wilayah Jakarta dan Banten, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan jamaah dan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Wisata ziarah tersebut diikuti oleh jamaah Majelis Ta’lim Nurul Iman, tokoh masyarakat, serta keluarga besar MTNI. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan tiga unit bus pariwisata, dengan masing-masing bus diisi 59 peserta. Rombongan diberangkatkan secara tertib dan terkoordinasi.

Pengurus sekaligus panitia kegiatan, H. Mursinin atau yang akrab disapa H. Aboy, menyampaikan bahwa wisata ziarah ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan pemahaman jamaah terhadap sejarah dan perjuangan para ulama dalam menyebarkan Islam di Nusantara.

“Wisata ziarah ini menjadi sarana refleksi dan pembelajaran spiritual. Jamaah diajak untuk mengenal dan meneladani perjuangan para ulama serta tokoh Islam yang memiliki peran penting dalam sejarah,” ujar H. Aboy.

Adapun tujuan wisata ziarah meliputi makam Pangeran Jayakarta, Makam Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus di kawasan Luar Batang, Jakarta, Masjid Agung Banten, serta makam Syekh Jamaluddin Merak di wilayah Banten. Seluruh lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi.

Selama kegiatan berlangsung, jamaah mengikuti rangkaian doa bersama, pembacaan tahlil, serta tausiyah singkat di setiap lokasi ziarah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap mengedepankan ketertiban, kekhusyukan ibadah, serta keselamatan seluruh peserta.

H. Aboy menambahkan bahwa panitia telah mempersiapkan kegiatan secara matang, mulai dari armada transportasi, konsumsi, hingga pengaturan jadwal, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme yang tinggi dari jamaah. Kami berharap wisata ziarah ini dapat menjadi agenda rutin Majelis Ta’lim Nurul Iman ke depan,” tambahnya.

Kegiatan wisata ziarah ditutup pada malam hari dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran acara, sekaligus harapan agar seluruh jamaah memperoleh keberkahan dan manfaat spiritual dari kegiatan tersebut. (D).