Bogor – Independensi media lokal di Kabupaten Bogor mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB), Rizwan Riswanto menilai ada fenomena pemberitaan media yang cenderung hanya menampilkan sisi positif pemerintah tanpa diimbangi kritik atau analisis yang berimbang.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengaburkan fungsi pers sebagai kontrol sosial terhadap kekuasaan.
“Media jangan hanya berisi berita tentang keindahan, kebaikan, dan prestasi terus menerus. Pers itu punya fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah,” ujar Rizwan di Cibinong, Kamis (12/3).
Ia menilai, jika pemberitaan media hanya menonjolkan keberhasilan pejabat tanpa menghadirkan kritik, maka publik dapat mempertanyakan independensi media tersebut.
“Sekelas media nasional saja tidak ada yang seperti itu. Tapi di daerah justru muncul persepsi ada media yang isinya hanya memuji semua,” kata Rizwan.
Rizwan juga menyinggung adanya kekhawatiran di masyarakat mengenai kedekatan antara pengelola media dengan pejabat daerah yang berpotensi mempengaruhi independensi pemberitaan.
"Jika media terlalu dekat dengan kekuasaan, maka objektivitas pemberitaan dapat dipertanyakan oleh publik," ucapnya.
"Secara logika masyarakat pasti bertanya jika ada media yang terlihat selalu memuji. Apalagi kalau ada kedekatan dengan pejabat daerah,” sambung Rizwan.
Riswan menegaskan bahwa dirinya bukan wartawan atau jurnalis, namun sebagai bagian dari masyarakat sipil, ia merasa perlu mengingatkan pentingnya menjaga independensi pers.
